SokoBisnis

Bitcoin Cetak Rekor Baru, Ini Penyebab Harga Meroket dan Dampaknya ke Pasar Kripto

Update bitcoin. Harga Bitcoin tembus US$123.000 dan cetak rekor baru. Simak faktor pemicu dari ETF Bitcoin, peran institusi, serta prediksi pasar kripto 2025.

By Cikal Sundana  | Sokoguru.Id
16 Juli 2025
<p>Bitcoin naik drastis usai ETF spot banjir dana institusi. Cek alasan harga Bitcoin hari ini meroket dan komentar Indodax soal tren kripto ke depan. Foto MichaelWuensch.</p>

Bitcoin naik drastis usai ETF spot banjir dana institusi. Cek alasan harga Bitcoin hari ini meroket dan komentar Indodax soal tren kripto ke depan. Foto MichaelWuensch.

SOKOGURU, JAKARTA – Dunia kripto kembali diguncang kabar besar. Harga Bitcoin resmi menembus angka US$ 123.000 untuk pertama kalinya pada Senin, 14 Juli 2025.

Kenaikan tercatat rekor tertinggi sepanjang sejarah aset digital ini. Pencapaian luar biasa ini membuat kapitalisasi pasar Bitcoin melonjak ke US$ 3,67 triliun. 

Hal itu menggeser posisi Google dan menjadikannya aset ke-6 terbesar secara global. 

Lonjakan nilai ini menjadi bukti nyata bahwa Bitcoin kini telah bertransformasi dari aset alternatif menjadi salah satu instrumen investasi paling bernilai di dunia.

Kenaikan harga Bitcoin ini tidak terjadi secara kebetulan. Beberapa faktor utama mendorong tren positif tersebut. 

Mulai dari masuknya dana besar ke dalam ETF Bitcoin spot, meningkatnya minat dari lembaga keuangan global, hingga kepastian regulasi di Amerika Serikat. 

Data dari Farside Investors mencatat, ETF Bitcoin spot di AS mengalami arus masuk sebesar US$ 1,17 miliar dalam sehari—terbesar kedua dalam sejarah ETF kripto. 

Perusahaan raksasa seperti BlackRock, melalui iShares Bitcoin Trust (IBIT), dan Fidelity dengan Wise Origin Bitcoin Fund, menjadi motor penggerak utama di balik lonjakan ini. 

Total dana yang kini terparkir di ETF Bitcoin spot bahkan telah menembus US$ 50 miliar, mencerminkan kepercayaan institusi besar terhadap masa depan kripto.

Menurut Antony Kusuma, Wakil Presiden Indodax, perbedaan besar antara pasokan dan permintaan menjadi alasan utama di balik lonjakan harga. 

“Penambang hanya bisa menghasilkan puluhan juta dolar per hari, tapi ETF bisa beli lebih dari US$ 1 miliar dalam satu hari. Jika permintaan jauh lebih besar daripada pasokan, wajar kalau harga terus naik dan mencetak rekor baru,” jelasnya. 

Ia juga menyoroti bahwa dominasi institusi seperti BlackRock dan Fidelity menandai pergeseran besar di pasar kripto. 

Tidak lagi sekadar menjadi mainan investor ritel, kini Bitcoin menjadi bagian dari ekosistem keuangan utama. 

Namun, Antony tetap mengingatkan bahwa investor harus bijak dalam menyikapi tren ini dan menyarankan penggunaan strategi investasi aman seperti Dollar-Cost Averaging (DCA).

9 Poin Penting Tambahan Seputar Kenaikan Harga Bitcoin:

1. ETF Bitcoin spot memungkinkan investor institusi masuk ke pasar kripto dengan cara yang lebih mudah dan aman, tanpa perlu menyimpan aset secara langsung.

2. Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini melampaui sejumlah perusahaan raksasa dunia, memperkuat posisinya sebagai aset digital yang kredibel.

3. Minat institusi besar terhadap Bitcoin menunjukkan meningkatnya kepercayaan pada stabilitas dan prospek jangka panjang aset ini.

3. Masuknya dana triliunan rupiah dari institusi ke ETF Bitcoin menunjukkan bahwa kripto telah menjadi bagian penting dari diversifikasi portofolio.

4. Amerika Serikat mulai memberikan kejelasan regulasi untuk kripto, menjadikannya lebih ramah bagi investor global.

5. Lonjakan permintaan terhadap Bitcoin belum diimbangi dengan peningkatan pasokan karena produksi terbatas (halving effect).

6. Kepercayaan pasar terhadap ETF dikuatkan oleh nama-nama besar seperti BlackRock dan Fidelity, yang reputasinya mendunia.

7. Nilai Bitcoin yang mencapai rekor tertinggi bisa mendorong kenaikan minat terhadap altcoin besar seperti Ethereum.

8. Fluktuasi tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari pasar kripto, sehingga manajemen risiko tetap penting.

9. Potensi pengakuan kripto sebagai aset resmi di berbagai negara berpeluang makin memperkuat legitimasi dan pertumbuhan industri ini. (*)